Barcelona nyaris lolos dari hasil memalukan di Belgia, dengan hasil imbang 3-3 di Liga Champions UEFA (UCL) melawan Club Brugge, mengakhiri rentetan empat kemenangan beruntun mereka di kompetisi tersebut.

Hanya enam menit berjalan, Carlos Forbs dari Club Brugge berhasil menembus pertahanan Barca dan memberikan umpan kepada Nicolo Tresoldi untuk tap-in mudah yang mengejutkan tim tamu.

Hal itu memicu semangat tim Catalan dengan Ferran Torres yang melepaskan tembakan kaki kanan melewati Nordin Jackers dua menit kemudian.

Gol tersebut menenangkan Barcelona, ​​dan tekanan mereka yang tak henti-hentinya menghasilkan peluang-peluang baru.

Hebatnya, dari tendangan sudut Barca, dua umpan panjang ke depan membuat Forbs melesat melewati bek lawan dan melepaskan tembakan kaki kiri yang melewati Wojciech Szczęsny untuk gol kedua Club Brugge.

Tendangan spektakuler Jules Kounde membentur mistar gawang saat pertandingan mendekati menit ke-30, sementara Marcus Rashford yang gigih menekan Jackers dengan kekuatan penuh, membuat Barça kembali tampak lebih berpeluang mencetak gol seiring berjalannya pertandingan.

Brugge patut dipuji karena permainan mereka rapi dan teratur, meskipun tidak spektakuler. Terlepas dari kegagalan Torres yang fatal di menit-menit akhir babak pertama, mereka tetap bertahan hingga Anthony Taylor meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.

Tuan rumah memulai dengan cepat setelah jeda, Joaquin Seys memberikan umpan lambung, namun tendangan kaki kirinya berhasil ditepis oleh Szczesny. Lamine Yamal kemudian menyia-nyiakan peluang emas untuk menyamakan kedudukan, melepaskan tembakan tepat ke arah Jackers, tepat saat ia hanya perlu berhadapan dengan kiper lawan.

Tendangan keras Eric Garcia dari jarak 30 yard membentur tiang gawang, dan segera setelah itu, Lamine Yamal membongkar pertahanan tuan rumah dan menyelesaikannya dengan kaki kirinya.

Entah bagaimana Forbs gagal mengeksekusi penalti beberapa detik setelah babak kedua dimulai, tetapi Barça jelas belum belajar dari kesalahan mereka, karena pemain yang sama berlari melewati pertahanan yang statis dan melepaskan tembakan halus yang melewati telapak tangan Szczesny.

Pemain nomor sembilan asal Portugal itu kemudian tampak memenangkan penalti hingga pemeriksaan VAR menyelamatkan tim Catalan tersebut.

Namun, kemenangan gemilang itu tampaknya harus berakhir di menit ke-13, ketika umpan silang Lamine Yamal disundul ke gawang Brugge oleh pencetak gol terbanyak mereka, Christos Tzolis.

Kegagalan penyerang Yunani itu memang menyakitkan, tetapi yang lebih buruk lagi, Romeo Vermant tampaknya telah memastikan kemenangan di masa injury time untuk tuan rumah, tetapi VAR dengan kontroversial memutuskan bahwa ia telah menjegal Szczesny sebelum mencetak gol.

Hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Club Brugge dalam lima pertandingan kandang di kompetisi ini, dan menghentikan Barça dari memenangkan dua pertandingan tandang pembuka mereka di UCL untuk pertama kalinya sejak 2020/21.

By news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *